Financial Commission Sokong Temuan Terbaru Terkait laporan Forex/CFD Tentang Perbandingan Jurisdiksi

The Financial Commission / Berita/Event / Berita Perusahaan / Financial Commission Sokong Temuan Terbaru Terkait laporan Forex/CFD Tentang Perbandingan Jurisdiksi

3 Agustus Juli 2017: Financial Commission, organisasi Penyelesai Sengketa Eksternal, yang dioperasikan oleh FinaCom PLC, yang melayani pialang Forex dan CFD daring termasuk penyedia teknologi dilingkup industri jasa keuangan, hari ini mengumumkan dukungan terhadap temuan terbaru dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Traction Fintech.

Spesialis kepatuhan regulasi, Traction Fintech baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang memeriksa perbedaan antara over-the-counter (OTC) leveraged derivatives seperti contracts for difference (CFD) termasuk forex diempat wilayah hukum.

Laporan penuh yang dimaksud dalam artikel tersebut ditulis oleh James O’Neill, seorang direktur dari pialang yang bermarkas di Australia, ILQ dimana dia membandingkan berbagai hal meliputi penanganan dana nasabah, pemberian harga pasar secara adil, leverage dan syarat modal di wilayah-wilayah seperti Australia, Siprus, Inggris (UK) dan Amerika Serikat (US).

Financial Commission mendukung agar berbagai wilayah hukum meningkatkan peraturan berkaitan dengan penanganan dana nasabah dan metode pencarian harga yang adil (seperti Global FX Code) untuk menjaga komitmen eksekusi terbaik di pasar forex global dan pialang CFD, yang merupakan satu diantara berbagai topik yang dibahas dalam laporan tersebut.

Membandingkan Jurisdiksi Empat Negara Besar

Sebuah tabel didalam artikel tersebut, yang bisa dilihat dibawah memberikan ikhtisar menyeluruh dari semua perbedaan masing-masing negara, termasuk aturan terbaru dimana pemerintah Australia merevisi peraturan yang berada dibawah Corporations Act tentang bagaimana penanganan trust accounts (akun amanah) yang ditujukan untuk membantu menjaga keamanan dana nasabah.

 

%d1%81%d0%bd%d0%b8%d0%bc%d0%be%d0%ba-%d1%8d%d0%ba%d1%80%d0%b0%d0%bd%d0%b0-2017-08-03-%d0%b2-17-48-54

 

Harga yang adil dan eksekusi

Penulis laporan tersebut mencatat bahwa Siprus dan Australia memiliki performa buruk dalam pemberian harga yang adil dan transparan (oleh pialang) dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Inggris, dan dia menyarankan agar Australia mempertimbangkan aturan khusus untuk memenuhi mandat dibawah peraturan 912(1)(a). Contoh, pengertian/definisi market making saat ini di Australia sangatlah umum sehingga sulit untuk menggugat slippage asimetris yang dianggap melanggar mandat.

Penulis juga menambahkan bahwa kewajiban pada regulasi Siprus – sebut saja pasal 36 Layanan dan Aktivitas Investasi serta Perundangan Pasar Teregulasi 2007 justru melampaui Australia berkenaan dengan slippage harga asimetris ketika mengeksekusi order nasabah (namun keduanya ketinggalan jika dibandingkan AS dan Inggris).

Ketika membandingkan bagaimana dana nasabah diperlakukan dimasing-masing wilayah hukum oleh pialang berlisensi, penulis berargumentasi beberapa kelebihan dan kekurangan memungkinkan pialang menambah modal untuk menyokong dana klien demi mencegah kekurangan (dana).

Peaturan account buffering dan trust account

Contoh, dalam kaitannya dengan trust account di Amerika, dimana buffering diizinkan – sebuah pialang boleh mencampur dananya sendiri ke akun klien untuk menjaga kelebihan modal dan mencegah kekurangan pada margin yang disyaratkan (cth. Ketika periode volatilitas tinggi).

Penulis berargumentasi bahwa mencampur dana pialang dengan ke akun amanah nasabah (trust account) bisa mengaburkan batas antara dana yang dititipkan (trust) dengan dana pialang sendiri ketika terjadi kebangkrutan (pada pialang).

Sementara itu, pialang yang bisa menggunakan dana nasabah untuk melakukan lindung nilai (hedge) dan untuk tujuan margin mendorong sebuah ide bahwa tidak semua pialang yang bersebrangan dengan posisi perdagangan nasabah bertindak sebagai market-maker.

Mengizinkan penggunaan dana nasabah untuk lindung nilai, dan margin dapat mengaburkan garis antara proprietary trading dan hedging yang umum terjadi. Penulis juga menggaris bawahi resiko sistemik yang muncul pada akun terpisah nasabah (segregated account) ketika dana dicampur kedalam akun yang sama dan bagaimana hal ini bisa diperbaiki seandainya ada keharusan setiap dana nasabah disimpan di akun bank terpisah.

Cathie Armour, seorang Komisioner di Australian Securities and Investment Commission (ASIC) berkomentar terkait dengan perubahan aturan tersebut: “Amandemen terhadap dana nasabah yang dibuat dalam perundangan tersebut telah memperkuat perlindungan atas dana nasabah yang diberikan kepada nasabah-nasabah derivatif ritel. Dengan melakukan hal tersebut, akan membantu meningkatkan keyakinan investor terhadap sistem keuangan Australia.”

Sophie Gerber, Direktur Traction Fintech berkomentar di artikel tersebut, “Ini adalah isu paling menentukan di industri ini. Pendekatan paling menguntungkan terhadap isu ini adalah melarang penggunaan ketentuan Tindak Korporasi (Corporations Act) dalam menggunakan dana nasabah untuk margin/lindung nilai dll Dengan pihak-pihak terkait dan juga melarang pembayaran dalam jumlah yang bertentangan yang berkaitan dengan hal tersebut diatas. Waktu akan memperlihatkan kepada kita apakah reformasi ini telah atau sama sekali tidak menguntungkan industri, sayangnya, menurut saya dalam hal ini, nasabah ritel tidak akan merasakan keuntungan apapun dan untuk beberapa tahun kedepan dampaknya akan berkurang dan meningkatkan biaya.”

Penulis juga menggaris bawahi meski peraturan sudah direvisi, tapi dana nasabah masih dicampur di akun bank yang sama dan tak terlindungi dari resiko posisi berlawanan(counter-party) seandainya pialang mengalami kebangkrutan. Dia menambahkan bagaimana pembatasan ASIC yang mengizinkan buffer berlawanan dengan wilayah hukum lainnya yang terus mewajibkan syarat kelebihan modal contohnya seperti AS.

Leverage

Oleh karena perdagangan leverage forex dan CFD dilakukan dari sebuah akun margin, syarat margin minimal seringkali bervariasi dari satu pialang dengan lainnya dengan banyaknya pembatasan dalam satu tahun terakhir menyebabkan berkurangnya leverage maksimal yang boleh ditawarkan di negara yang berbeda-beda.

Penulis menjelaskan bahwa leverage seringkali jadi kambing hitam yang menyebabkan kerugian nasabah dan ketika pembatasan tersebut sudah diterapkan dibanyak wilayah (pasar utama), Inggris masih belum membuat pembatasan. Karena leverage tinggi cukup menarik bagi banyak trader, diwilayah seperti Jepang, pengurangan leverage tampaknya tidak menghambat industri forex ritel karena leverage yang lebih rendah justru lebih bisa diterima oleh investor kelompok rumah tangga.

Artikel tersebut juga mengutip serangkaian berita industri termasuk pengumuman dari regulator, untuk melihat artikel lengkap klik disini .

© Traction Fintech

Share This Story, Choose Your Platform!