Mifid II: jumlah sumber likuiditas, proses seleksi dan pelaporan mitra pengimbang

The Financial Commission / Berita/Event / Berita Perusahaan / Mifid II: jumlah sumber likuiditas, proses seleksi dan pelaporan mitra pengimbang

 

Kebijakan eksekusi terbaik (best execution) dibawah MiFID mengadopsi pendekatan multi segi yang membahas, diantara hal lainnya, kualitas eksekusi, kondisi perdagangan yang diperluas kepada nasabah termasuk proses pemilihan mitra pengimbang. Selain itu juga memberi arahan dan panduan tentang bagaimana eksekusi terbaik bisa dicapai.

Kebijakan eksekusi, yang ditetapkan pada MiFID II berdasarkan pada beberapa pilar utama dan akan saya jelaskan secara singkat temuan-temuan saya dibawah.

  1. Berapa banyak mitra pengembang yang harus dimiliki sebuah pialang? 1 atau 5?

Pialang boleh memiliki satu mitra pengimbang selama, ketika menggunakan mitra pengimbang tersebut pialang mampu melaksanakan eksekusi terbaik secara konsisten kepada nasabah-nasabahnya (Tolong dicatat bahwa eksekusi order ini harus didukung oleh data yang relevan dan analisa internal). Jika pialang tidak mampu melaksanakan eksekusi terbaik secara konsisten bagi nasabahnya melalui satu saluran (mitra pengimbang), maka pialang harus menggunakan beberapa penyedia likuditas dan melaporkan lima mitra pengimbang terbaik menurut volume setiap tahun (lihat poin #2).

“Perusahaan-perusahaan investasi mengirimkan atau menempatkan order (pesanan) kepada entitas lain untuk eksekusi boleh memilih satu entitas untuk melakukan eksekusi hanya jika mereka memiliki kemampuan untuk mencapai hasil sebaik mungkin bagi nasabahnya secara konstan dan jika pialang merasa, secara logis bahwa entitas terpilih mampu meraih hasil bagi nasabah yang setidaknya sama baiknya dengan hasil yang didapatkan ketika menggunakan beberapa entitas alternatif untuk melakukan kesekusi. Pertimbangan logis yang dimaksud diatas haruslah didukung oleh data yang relevan yang diterbitkan sesuai dengan Pasal 27 of Directive 2014/65/EC atau oleh analisa internal yang dilakukan oleh perusahaan investasi.”

  1. Melaporkan eksekusi perdagangan lima besar mitra pengimbang berdasarkan volume

Dibawah kriteria eksekusi terbaik ini, jika sebuah pialang mengirimkan aliran ordernya ke pihak-pihak lain untuk eksekusi, maka pialang harus menerbitkan laporan tahunan yang mengungkap lima mitra pengimbang terbaik berdasarkan volume dari perdagangan nasabah yang telah dieksekusi. Perusahaan juga harus bisa menyediakan statistik yang sama jika ada permintaan yang relevan (alasan yang kuat) dari nasabah.

“Pasal 64 Kriteria eksekusi terbaik (Pasal 27(1) dan 24(1) of Directive 2014/65/EU)

Khususnya, ketika perusahaan investasi memilih perusahaan lain untuk menyediakan layanan eksekusi order, maka perusahaan tersebut harus membuat rangkuman dan mengumumkan kepada publik, secara tahunan,untuk setiap kelas instrumen keuangan, lima besar perusahaan dalam hal volume perdagangan yang menyalurkan atau menempatkan order nasabah di tahun sebelumnya dan informasi kualitas ekseksi yang diterima.

Seandainya ada permintaan yang relevan (alasan yang kuat) dari nasabah, maka perusahaan investasi harus menyediakan informasi tentang entitas yang menyalurkan order atau melakukan eksekusi kepada nasabah atau calon nasabah.”

  1. Dokumen proses seleksi mitra pengimbang

Pialang diharuskan untuk, baik membuat dan menjaga (mempertahankan) ringkasan proses seleksi mitra pengimbang mereka termasuk kriteria yang digunakan untuk menentukan kebijakan eksekusi terbaik bagi para nasabahnya.

“ringkasan proses seleksi pelaksana eksekusi, strategi eksekusi yang diterapkan, prosedur dan proses yang digunakan untuk menganalisa kualitas eksekusi yang didapat dan bagaimana perusahaan memonitor dan memastikan hasil sebaik mungkin telah tercapat untuk nasabah.”

  1. Laksanakan uji kelayakan pada semua mitra pengimbang potensial, dengan mempertimbangkan keahlian industri dan reputasi pasar dari mitra pengimbang tersebut.

Disamping pertimbangan umum dalam memilih sebuah penyedia likuditas seperti harga dan eksekusi, praktek pasar, model bisnis dan kondisi perdagangan lainnya, pialang juga harus mengevaluasi faktor-faktor tak berwujud seperti cakupan keahlian dan reputasi pasar.

“Secara khusus, Negara-negara anggota harus mewajibkan perusahaan-perusahaan investasi mempertimbangkan keahlian dan reputasi pasar pihak ketiga termasuk persyaratan hukum lainnya berkaitan dengan penyelenggaraan instrumen-instrumen keuangan tersebut yang dapat berdampak buruk kepada hak-hak nasabah

Kecepatan, kecenderungan eksekusi dan penyelesaian, besaran dan sifat order, dampak pasar dan biaya transaksi tersirat apapun haruslah didahulukan ketimbang harga langsung dan pertimbangan biaya sepanjang dianggap penting dalam memberikan hasil terbaik setelah mempertimbangkan secara keseluruhan kepentingan nasabah ritel.”

  1. Penekanan Eksekusi Terbaik secara konsisten.

MiFID II sekarang memaksa pialang untuk mempertimbangkan beragam faktor yang mempengaruhi eksekusi perdagangan, tidak hanya harga, dengan fokus pada penekanan konsistensi pengalaman nasabah secara keseluruhan.

“Menegakkan sebuah proses yang menentukan betapa pentingnya faktor-faktor berikut, sehingga dapat menghasilkan hasil sebaik mungkin kepada semua nasabah. Untuk menegakkan kebijakan tersebut, sebuah perusahaan investasi harus memilih pelaksana eksekusi yang memungkinkan perusahaan meraih hasil eksekusi order nasabah sebaik mungkin secara konsisten”.

  1. Pengumpulan Data Pasar

Untuk membuktikan praktek eksekusi terbaik terlaksana, perusahaan pialang harus mengumpulkan data pasar yang sesuai untuk memverifikasi harga-harga OTC yang ditawarkan kepada nasabah, dibandingkan dengan acuan pasar interbank.

“Kewajiban eksekusi terbaik berlaku untuk semua instrumen keuangan, tidak perduli apakah diperdagangkan melalui bursa atau OTC, perusahaan keuangan harus harus mengumpulkan data pasar yang relevan dalam rangka mengecek apakah harga OTC yang ditawarkan kepada nasabah sudah adil dan sudah menerapkan kewajiban praktek terbaik.”

Meski jumlah perubahan pada ketentuan (persyaratan) tampaknya cukup banyak, menurut hemat saya, semuanya dapat diatasi dengan cara bekerjasama dengan mitra bereputasi dan berpengalaman, pihak-pihak yang berpengalaman dan dapat memenuhi ketentuan baru ini mampu menyediakan eksekusi yang adil dan sepenuhnya transparan bagi trader. Untuk panduan jika anda memiliki pertanyaan berkaitan dengan calon penyedia likuiditas sepanjang proses uji kelayakan, silahkan klik disini.

Untuk mempelajari dampak besar apa saja yang ditimbulkan oleh perubahan MiFID II, unduh daftarnya disini

© Natalia Gunik

Share This Story, Choose Your Platform!