Bagaimana bitcoin berevolusi pasca-krisis inovasi fintech

Triliunan uang hilang dari sistem keuangan global akibat Krisis Keuangan Besar atau dikenal dengan Great Financial Crisis (GFC) yang dipicu oleh kegagalan sistem yang berdampak sistemik dikarenakan transaksi derivatif telah mencapai $22 trilliun, berdasarkan laporan kantor akuntabilitas pemerintah AS (badan pengawas kongres).

Sepuluh tahun terakhir sejak GFC, beragam kelas-kelas aset alternatif bermunculan di seluruh dunia, dimana aset-aset digital merupakan jenis terbaru yang memiliki karakteristik genetik unik dan tidak memiliki sifat turunan jika dibandingkan dengan generasi teknologi sebelumnya.

Bitcoin adalah satu contoh dari mata uang kripto terbesar saat ini, dari segi kapitalisasi pasar dan besaran jaringannya dan berikut adalah beberapa faktor penggerak yang membantu memacu tumbuhnya mata uang kripto baru ini dan sejak saat itu industri kripto mulai bermunculan.

Nilai tukar yang rendah mengalihkan minat ke produk keuangan alternatif berbasiskan fintech

Lingkungan suku bunga rendah yang terjadi akibat GFC secara global telah menyebabkan banyak investor institusional mencari imbal balik yang lebih tinggi di pasar alternatif.

Aliran [uang pintar] modal ke berbagai investasi alternatif dan kelas-kelas aset alternatif (cth. Produk-produk non-bank) telah membantu memicu kemunculan produk-produk keuangan baru berkat teknologi keuangan (FinTech) yang semakin inovatif.

Era Crowdfunding (pendanaan massal/patungan) P2P dan Jejaring Sosial

Oleh karena banyak investor mengincar imbal balik yang lebih tinggi di pasar-pasar alternatif, perusahaan-perusahaan Fintech menerapkan percobaan inovatif dengan memunculkan berbagai produk keuangan baru di seluruh industri untuk menangkap permintaan (kini dan nanti) akan produk-produk keuangan alternatif.

Investasi model Venture Capital (VC) dan private equity (PE) di perusahaan FinTech telah membantu mempercepat tren ini di seluruh industri karena pasar global untuk keuangan alternatif mulai dewasa. Kemunculan teknologi peer-to-peer (P2P) bersamaan dengan tren aplikasi pembayaran, jejaring sosial termasuk perdagangan sosial dan crowdfunding.

Kemunculan taksonomi Kripto baru dari produk-produk keuangan: aset-aset digital

Pada pertengahan GFC 2008, sebuah dokumen diterbitkan dengan judul: “Bitcoin: Sebuah Sistem Tunai Elektronik Peer-to-Peer,” ditulis menggunakan nama samaran “Satoshi Nakamoto.”

Buku putih (white paper) untuk Bitcoin ini menjabarkan penggunaan bukti kriptografik – sebagai pengganti atas kebutuhan akan trust (pemberi izin) diantara pengguna dalam sebuah jaringan, menggunakan kriptografi sebagai mekanisme validasi sehingga melepaskan kebutuhan akan pihak ketiga terpercaya atau otoritas pusat.

Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang digital yang berjalan pada jaringan desentralisasi terdistribusi peer-2-peer (P2P) pada internet global yang disokong oleh komunitas penggunanya. Para pengguna mentransaksikan bitcoin menggunakan dua alamat publik unik, satu milik pengirim dan lainnya milik penerima, sementara itu, ada sedikit biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengirim ke penambang di dalam jaringan tersebut, yang membantu memproses transaksi (lebih lanjut di bawah).

Sifatnya yang desentralisasi dan terbuka membantu bitcoin menjaga sebaran jaringannya yang terdiri dari salinan buku kas yang disimpan oleh para pengguna dan disebut dengan node. Besaran buku kas bitcoin saat ini hampir 145 gigabyte dan terus meningkat setiap harinya, ini mewakili jumlah penyimpanan perangkat keras yang dibutuhkan siapapun untuk menjalankan node secara penuh.

Node Bitcoin

Menyimpan node secara penuh, yang bisa dilakukan oleh hampir setiap orang, membantu mendukung dan menjalankan jaringan bitcoin. Dengan menjalankan node secara penuh atau sebagian, para pengguna ambil bagian dalam jaringan kolektif node yang bertindak sebagai sebuah pos pemeriksaan bagi keseluruhan ekosistem karena masing-masing node berisikan keseluruhan buku kas yang memuat banyak sejarah transaksi yang dianggap tidak bisa dirubah (lebih lanjut tentang transaksi dan proses mining (menambang) ada di bawah).

Penambangan Bitcoin

Potensi pasokan bitcoin sangat terbatas karena kode yang digunakan di protokol bitcoin haruslah dipatuhi tanpa kecuali (tidak termasuk fork, nanti akan dijelaskan). Tidak akan pernah ada lebih dari 21 juta bitcoin tercipta dan saat ini sudah ada hampir 17 juta.

Bitcoin dihasilkan dengan proses beberapa langkah dimana pengguna-yang mengoperasikan/memiliki komputer-komputer yang dikhususkan untuk menebak sebuah nonce, yang merupakan angka-angka dalam jumlah besar yang dihasilkan secara acak dan semakin sulit ditemukan. Meningkatnya kesulitan dalam menambang ditambah terbatasnya pasokan menciptakan sebuah saluran sempit untuk menjaga agar inflasi terkendali, bandingkan dengan mata uang fiat tradisional seperti Dollar AS atau Euro (dimana tingkat inflasi dikontrol oleh bank sentral).

Kesulitan Dalam Menambang

Kesulitan paling utama adalah menemukan nonce berikutnya – supaya dapat, bitcoin diproduksi di blok berikutnya – sangat dimungkinkan bahwa keseluruhan pabrik saling terkoneksi ke server yang menjalankan komputer dengan kemampuan khusus yang didedikasikan untuk menambang untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan agar proses penambangan lebih bermanfaat.

Insentif Jaringan: Biaya Menambang dan Jaringan

Setiap kali sebuah nonce berhasil ditebak dengan benar, sebuah blok baru tercipta dan angka nonce yang benar tersebut menjadi terkoneksi dengan blok sebelumnya, yang bertindak sebagai penengah/pembatas antara blok sebelumnya dan blok saat ini.

Hadiah Bagi Penambang

Penambang atau sekelompok penambang yang berhasil menebak nonce yang tepat akan mendapat bitcoin sejumlah yang terkandung di dalam blok yang baru saja ditemukan tersebut, yang saat ini 12.5 bitcoin per blok.

Pengguna yang berpartisipasi dalam penambangan blok juga bersaing dalam menambah transaksi bitcoin (saat ini) yang dilakukan antar pengguna yang bertransaksi bitcoin di jaringan ke dalam block yang baru saja tercipta untuk memverifikasinya.

Biaya penambang

Pengirim bitcoin membayar biaya jaringan kepada penambang dan penambang diberi insentif karena telah memasukkan transaksi ini ke dalam blok baru untuk mendapatkan biaya jaringan yang dibayarkan oleh pengiriman di setiap transaksi bitcoin.

Struktur seperti ini menduking aliran modal di dalam jaringan bitcoin dan disaat yang sama menjaga kepentingan penambang agar terus mendukung keberlangsungan perawatan jaringan dan akhirnya memberi sokongan kepada banyak pengguna di dalam jaringan tersebut dan lagi-lagi memberi nilai kepada para penambang dalam bentuk biaya transaksi.

Siklus pertumbuhan harga Bitcoin

Siklus yang dijalani struktur jaringan bitcoin mirip seperti siklus ekonomi. Bitcoin bisa dipersepsikan sebagai sebuah ekonomi yang saat ini berada di urutan 40 teratas secara global jika dibandingkan dengan suplai uang M1, per 2 November 2017 ketika kapitalisasi pasarnya melewati $110 miliar dolar setelah harga 1 bitcoin mencapai $7200.

Banyak yang memperkirakan bitcoin akan mengalami penggelembungan harga, tapi jika sejarah pergerakan harganya diteliti, bitcoin sudah mengalami beberapa kali penggelembungan, ketika harganya naik dan turun dalam kurun sembilan tahun terakhir.

Investasi pasif di mata uang kripto

Meski harganya melonjak tinggi pada gelombang terakhir (penggelembungan saat ini) dan jika faktor penggerak yang menyebabkan penggelembungan itu dapat dipahami (diterima), beberapa analis percaya, harganya dapat mencapai $1 juta per bitcoin dalam waktu beberapa tahun saja, sementara sisanya yakin, bitcoin akan gagal atau dilewati oleh jaringan kripto generasi berikutnya yang memiliki kemampuan untuk bertahan lebih baik.

Tantangan-tantangan diatas membuat sulit bahkan bagi investor paling pasif sekalipun karena mempertahankan portfolio yang beragam di pasar mata uang kripto membutuhkan kemampuan penyeimbangan yang sangat aktif karena peringkat aset-aset digital berubah secara konstan (ketika membandingkan 50 mata uang kripto tertinggi dalam beberapa bulan terakhir).

Jaringan sosial kripto

Seperti FaceBook – yang saat ini bukanlah jaringan kripto –para penggunanya harus dikelola demi me-monetize perhatian mereka yang diibaratkan seperti mata uang di dalam jaringan media sosialnya dengan mengenakan biaya kepada perusahaan pemasaran agar menampilkan iklan kepada pengguna, maka besaran jaringan kripto adalah penggerak utama dari penilaian harganya.  Tanpa para pengguna, jaringan tersebut tidak akan ada nilainya bagi siapapun.

Akan tetapi pada FaceBook, “mata uang” dalam jaringannya dibayarkan kepada FaceBook yang didapat dari para pemasar sementara pengguna tidak bisa ikut serta menikmati keuntungan dari pemanfaatan platform Facebook. Jaringan kripto publik yang memiliki sifat P2P justru menghilangkan kebutuhan akan penengah, tapi mengelola besarnya jaringan dan pertumbuhan adalah kunci dari keberlangsungan, utilitas dan hasil penilaian.

Transfer P2P tanpa perlu pihak ke-3 terpercaya

Ketika kebutuhan akan pihak ketiga terpercaya telah tergantikan pada jaringan kripto seperti bitcoin, namun masih ada resiko yang melekat seperti memastikan ada cukup pengguna untuk menghasilkan transaksi yang memadai supaya bisa memberi insentif yang cukup kepada penambang untuk mendukung jaringan dan harga aset digital yang membantu menggerakkannya.

Siklus jaringan

Bitcoin tak terkecuali dan seperti jaringan kripto lainnya, mengharuskan adanya cukup pengguna di dalam jaringan bitcoin untuk menghasilkan transaksi yang mencukupi, agar bisa menopang permintaan (harga) dan disaat yang sama memberi insentif kepada penambang untuk memproses transaksi dan mensuplai penambangan untuk bitcoin yang baru diciptakan (cetak). Jaringan bitcoin mengikuti proses siklis dan mirip seperti siklus ekonomi natural lainnya di dalam pasar global diseluruh industri dimana perdagangan terjadi.

Private-key/Public addres

Semua transaksi bitcoin dibuat diantara alamat publik (public address) bitcoin masing-masing, dimana pemegang alamat setiap bitcoin memiliki private key unik yang terkoneksi ke alamat publik masing-masing (kecuali bagi transaksi berbasis koin yang diciptakan penambang ketika bitcoin diberikan dari hasil penambangan sebuah blok).

Sifat umum bitcoin

Bisa saja nantinya pembelian atau penambangan bitcoin berada dibawah kendali undang-undang, namun jumlah alamat bitcoin yang dihasilkan tak terbatas jumlahnya dan bisa dilakukan secara gratis dengan menggunakan kode publik open-source, bahkan bisa dilakukan secara off-line, biasanya dilakukan pada komputer yang memiliki celah udara untuk mengurangi kecenderungan terjadinya perekaman layar (screen-recording) atau keylogging malware.

Oleh karena itu melindungi private key menjadi tantangan lain dan ada resiko signifikan kehilangan dana – apakah karena peretas yang mencoba mengambil private key atau pengguna salah/lupa meletakkan private key mereka – dan jika ini terjadi, bitcoin yang hilang tidak bisa dipulihkan kembali.

Private key = aset digital

Masing-masing private key mirip dengan kata kunci rahasia yang bersifat tetap dan tidak bisa dirubah, dan pemilik alamat harus menjaga private key ini sebagai cadangan satu-satunya bagi aset digital mereka (kecuali, key (kuncinya) di lindungi oleh penukar pihak ketiga).

Siapapun yang mendapatkan akses master, private key anda, yang juga dikenal sebagai kata kunci pemulihan atau master seed, dapat mengakses aset digital anda. Oleh karena itu, melindungi private key menjadi sangat penting untuk melindungi bitcoin dari pencurian atau kehilangan yang tidak disengaja akibat terlupa atau salah menempatkan kunci (key), karena mereka tidak bisa dipulihkan kembali.

Elliptic Curve Cryptography

Master Private Key dihasilkan menggunakan kode komputer open-source yang menerapkan matematika rumit untuk menghasilkan angka yang sangat besar dan acak yang kemudian digunakan di proses perhitungan multi-langkah (melibatkan lebih banyak angka acak) dimana masing-masing langkah berdiri sendiri (mandiri) antar satu dengan lainnya.

Proses ini menggabungkan Elliptic Curve Cryptography (ECC) yang membantu memastikan tingkat keamanan yang sesuai dengan beberapa standar tertinggi enkripsi sehingga private key  nya sulit atau mustahil ditebak/diretas/dipecahkan.

Aset-aset kripto seperti bitcoin menerapkan beberapa standar enkripsi tertinggi yang tersedia saat ini, menggabungkan elliptic curve cryptography (ECC) untuk menghasilkan pasangan public/private key dan menggunakan Secure Hash Algorithm (SHA) untuk menambang blok (lebih lanjut di penambangan dibawah).

Mengamankan aset-aset digital

SHA-2 dikembangkan oleh U.S. National Security Agency (NSA) dan keluarga SHA meliputi SHA-3 yang secara luas dianggap sebagai salah satu bentuk enkripsi terkuat (memadai bahkan bagi rahasia penting militer dan pemerintah).

Meski algoritma keluarga SHA2 dipatenkan oleh NSA, akhirnya dirilis dibawah lisensi bebas royalti pada 20 Juni 2007 dan hari ini banyak digunakan di internet.

Hari ini, enkripsi terkait SHA dapat ditemukan dibanyak aplikasi dan layanan komputer diseluruh internet karena digunakan sebagai akses otentifikasi (enkripsi/dekripsi) untuk mengamankan layanan daring baik bagi perusahaan komersil dan pada kode/aplikasi gratis open-source.

Frasa sandi Mnemonic Untuk Pemulihan dan Kontrol Aset-Aset Digital

SHA2 dianggap aman karena hasil private key yang dihasilkan (pada kasus aset digital seperti bitcoin mengikuti metode seperti BIP32 atau BIP44 dan kemudian di konversikan ke frasa sandi yang mudah diingat yang terdiri dari 12-24 kata melalui metode seperti BIP39) memiliki antara 256-512 bit entropy. Entropy adalah rating perlindungan kata kunci terhadap serangan (cth, tebakan yang tidak disengaja atau peretas mencoba memecah (crack) melalui brute force).

Akan tetapi, resiko bagi pengguna dalam mengamankan key merupakan tanggung jawab yang  berbeda dan disitulah letak resiko yang paling signifikan karena peretas bisa mendapatkan kunci-kunci (key) tersebut dan mengakses aset-aset digital anda seperti yang telah dijelaskan diatas.