FXOpen AU Pty Ltd, divisi Australia dari pialang CFD FXOpen, berencana untuk mengajukan banding atas keputusan Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) yang mencabut lisensi Layanan Keuangan Australia (AFS).
Pembatalan ini menyusul investigasi ASIC yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan FXOpen AU untuk memenuhi persyaratan regulasi utama.
ASIC Menyebutkan Kegagalan Kepatuhan
Investigasi ASIC mengidentifikasi beberapa masalah kepatuhan dengan FXOpen AU, termasuk dugaan kekurangan dalam mempertahankan sumber daya manusia yang memadai untuk memberikan layanan keuangan dan mengawasi operasi. Regulator menyoroti bahwa FXOpen AU gagal untuk:
– Memiliki kompetensi yang diperlukan untuk memberikan layanan keuangan berlisensi
– Mematuhi ketentuan 'orang kunci' dalam lisensinya
– Mematuhi peraturan layanan keuangan
Lisensi AFS 412871, yang diberikan pada bulan Desember 2011, mengizinkan FXOpen AU untuk menerbitkan kontrak untuk perbedaan (CFD), yang merupakan produk derivatif dengan leverage untuk berspekulasi pada pergerakan harga aset seperti valuta asing, saham, komoditas, dan mata uang kripto.
ASIC membenarkan pembatalan lisensi tersebut dengan menyebutkan risiko yang dihadapi oleh klien yang ada maupun yang akan datang akibat ketidakpatuhan FXOpen AU. Tindakan ini sejalan dengan tujuan regulasi ASIC yang lebih luas untuk meningkatkan keadilan, profesionalisme, dan kepercayaan investor di sektor keuangan.
Konteks Peraturan yang Lebih Luas
Tindakan ASIC terhadap FXOpen AU merupakan bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap penerbit derivatif over-the-counter (OTC) ritel. Regulator telah mengambil tindakan penegakan hukum terhadap beberapa perusahaan karena masalah kepatuhan serupa dan telah memperpanjang perintah intervensi produk CFD hingga Mei 2027 untuk mengurangi risiko yang terkait dengan produk dengan leverage tinggi bagi klien ritel.
ASIC juga telah mengenakan sanksi yang signifikan terhadap perusahaan yang tidak patuh dan mengawasi pembayaran kompensasi bagi investor ritel yang terkena dampak pelanggaran di pasar derivatif OTC.
Tanggapan FXOpen AU
Jafar Calley, CEO FXOpen AU, menyatakan kekecewaannya atas waktu pembatalan lisensi tersebut. Ia mencatat bahwa perusahaan telah aktif bekerja sama dengan ASIC untuk mengatasi masalah yang teridentifikasi.
“FXOpen AU telah menanggapi kekhawatiran ASIC selama beberapa bulan. Sayangnya, lisensi tersebut dibatalkan sebelum kami sempat menyelesaikan semua masalah sepenuhnya. Kami bermaksud mengajukan banding atas keputusan ASIC dan akan terus berupaya mengatasi kekhawatiran ini dengan harapan dapat memulihkan lisensi kami,” kata Calley.
Banding ini akan diawasi dengan ketat, karena hasilnya dapat memengaruhi industri perdagangan CFD dan valas yang lebih luas di Australia. Kemampuan FXOpen AU untuk menyelesaikan masalah yang disorot oleh ASIC akan sangat penting untuk mendapatkan kembali lisensi AFS-nya.

